Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Suatu hari ibu saya mengalami kecelakaan motor yang mengakibatkan tulang pahanya patah dan harus dirawat di rumah sakit. Sebagai seorang pemegang kartu BPJS Kesehatan, saya pikir ibu saya sudah terjamin mengenai pembiayaan selama berada di rumah sakit. Tetapi ternyata tidak demikian. Saat mengatakan bahwa Ibu saya terluka karena kecelakaan lalu lintas, petugas administrasi IRD RS. dr. Soetomo Surabaya mengatakan bahwa kartu BPJS Kesehatan tidak dapat digunakan untuk membiayai kasus-kasus kecelakaan lalu lintas.



Sempat terjadi kehebohan dan panik di keluarga saya atas informasi tersebut. Tapi ternyata, petugas tersebut tidak menyampaikan informasi yang sepenuhnya. Setelah ditanyakan ke loket BPJS, yang untungnya berdekatan dengan lokasi IRD, kami mendapatkan informasi yang jelas mengenai penggunaan BPJS kesehatan untuk kecelakaan lalu lintas. Namun ada berita simpang-siur yang kami tidak ketahui benar atau tidaknya yaitu batas pengurusan penjaminannya adalah dalam waktu 3x24 jam, selebihnya asuransi tidak dapat dicairkan alias ibu saya akan dianggap sebagai pasien umum (dengan biaya sendiri).

Pada prinsipnya, kecelakaan lalu lintas dijamin oleh asuransi Jasa Raharja. Prosedur untuk mendapatkan penjaminan itu, korban atau keluarga korban harus melapor terlebih dahulu ke Kepolisian untuk mendapatkan surat keterangan kecelakaan. Prosedur penanganan di Kepolisian: akan ada olah TKP yang nantinya akan berujung di pengadilan, sehingga dibutuhkan saksi minimal 2 orang dan surat kendaraan akan ditahan untuk dijadikan barang bukti (kendaraan tidak turut disita). Saya tahu penjelasan di atas terdengar rumit dan mengerikan, tapi Anda tidak perlu takut menjalaninya jika Anda memang tidak bersalah. Jika, misalnya, Anda berkendara tanpa memiliki SIM dan Anda mengalami kecelakaan, maka tentu ini kabar buruk untuk Anda. Tetapi jika Anda tidak bersalah, kenapa takut.

Setelah kami melapor ke Kepolisian (harus kantor yang mengurusi tentang lalu lintas, di Surabaya lokasinya di Dukuh Kupang), kami mendapat surat keterangan kecelakaan di hari itu juga, tidak memerlukan proses yang panjang asalkan syarat 2 orang saksi, surat kendaraan dan alamat lokasi kejadian sudah ada. Surat keterangan tersebut selanjutnya dibawa ke Jasa Raharja terdekat. Yang tidak kami duga, ternyata respon dari Jasa Raharja sangat cepat. Di sore hari kami membawa surat keterangan kecelakaan itu ke Jasa Raharja, malamnya kami langsung mendapat SMS dari petugas Jasa Raharja memberitahukan bahwa mereka akan melakukan survei ke rumah sakit tempat Ibu saya dirawat dan meminta salah seorang dari keluarga untuk mendampinginya. 

Petugas Jasa Raharja setelah melakukan survei akan memberikan surat rekomendasi yang harus diserahkan ke pihak rumah sakit. Dari petugas tersebut kami juga mendapatkan informasi bahwa Jasa Raharja akan menanggung biaya berobat korban maksimal sampai 10 juta rupiah, tetapi bagi pemegang kartu BPJS Kesehatan bila biaya perawatan lebih dari jumlah tersebut maka sisa biayanya akan dijamin oleh BPJS. Misal, biaya berobat 25 juta, jika asuransi Jasa Raharja menanggung biaya 10 juta, maka sisa 15 juta akan ditanggung oleh BPJS sehingga Ibu saya tidak perlu membayar sendiri.

Jadi jika saya tuliskan kesimpulan prosedur di atas, adalah:
1. Melapor ke Kepolisian. Syarat: 2 orang saksi, surat kendaraan, lokasi kecelakaan.
2. Mendapat surat keterangan kecelakaan dari Kepolisian. Selanjutnya membawa surat keterangan tersebut ke Jasa Raharja.
3. Survei dilakukan oleh petugas Jasa Rahajra, yang selanjutnya akan mengeluarkan surat rekomendasi.
4. Setelah ada surat rekomendasi dari petugas Jasa Raharja, berarti biaya berobat korban sudah dijamin sepenuhnya oleh Jasa Raharja (maksimal sampai 10 juta), yang sisanya akan ditanggung oleh BPJS.

Jangan lupa dalam menjalani prosedur di atas untuk selalu membawa Kartu Keluarga, Kartu BPJS dan KTP korban. semuanya harus dibawa asli dan difotokopi beberapa lembar.

Demikian penjelasan saya sesuai apa yang saya alami. Jika ada tambahan atau koreksi, silahkan cantunkan pada kolom komentar.




Sejujurnya saya bukan orang yang dekat dengan orang tua, terutama ibu. Sempat saya sangat membenci ibu. Waktu itu (mungkin tidak sengaja karena emosi) ibu mengatakan  kata-kata kepada saya, kata-kata yang seharusnya tidak pantas dikatakan seorang ibu kepada anaknya. Untuk beberapa waktu, hubungan saya dengan ibu yang sudah renggang menjadi semakin berjarak. Saya tidak mau lagi menyapa, meminta tolong ataupun menolong ibu.

Tiba-tiba saja bapak bertanya padaku, "Kenapa kamu tidak menyapa ibu?" 
Awalnya saya hanya diam tak berkata apa-apa, tapi bapak bertanya terus sampai akhirnya saya ceritakan kata-kata yang dilontarkan ibu pada saya. Dengan bijak bapak mengatakan, "Mungkin ibu khilaf dan emosi." 
Ada benarnya apa yang dikatakan bapak bahwa saat itu, mungkin ibu khilaf dan emosi. Tapi saya tetap enggan memulai menyapa atau mengajak bicara ibu sampai akhirnya ibu sendiri yang mulai menyapa dan mengajak bicara. Kedengarannya saya sangat egois dan tidak sopan, tapi mau bagaimana lagi saat itu salah satu penyakit hati (kemarahan) sedang menjangkiti saya. Dan perlu di ketahui bahwa ketika amarah sudah menyelimuti hati maka mata dan juga pikiran pun akan ikut terbakar amarah.

Sejak kepergian bapak yang tiba-tiba, hubungan ibu dan saya mulai membaik.

Ibu sering bercerita tentang pesan yang selalu disampaikan nenek, tentang bagaimana bersikap terhadap orang tua. Jadi, saya akan mengutip sedikit tentang pesan nenek kepada ibu. Begini pesannya, "Jika ada orang tua marah, jangan dibantah atau dilawan dengan kata. Diam, diam, dan diam. Nanti jika suasana hati sudah sama-sama dingin barulah dibicarakan baik-baik", hanya itu pesan nenek, tapi saya juga punya pesan lain supaya kita bisa dekat dengan orang tua terutama ibu:
1. Buat orang tua (ibu) bahagia dengan cara membelikan makanan kesukaannya
2. Temani ngobrol, walaupun kita tidak suka ngobrol dengan ibu. Setidaknya jadilah pendengar setia obrolannya, lumayan daripada nonton tv yang acaranya hanya sinetron yang tidak berguna
3. Mengantar ibu ke pasar, lumayan kan bisa minta dibeliin jajanan pasar
4. Selalu ikhlas dalam mengerjakan segala sesuatu yang diperintahkan oleh ibu.

Hanya 4 hal di atas yang tidak sengaja saya lakukan hingga membuat ibu kembali dekat dengan saya. Walau dekat tapi sebenarnya masih ada tembok besar yang memisahkan saya dan ibu hingga saya tidak pernah menceritakan apa pun tentang diri saya kepada ibu.



Aku akan memberi tahu suatu rahasia, ingat ini rahasia, jangan sampai orang lain tahu. Sebenarnya aku tidak punya ide ketika harus menulis tema bulan ini, tapi aku akan bercerita, jadi dengarkanlah.

Masa itu :
pada suatu masa datanglah seorang perempuan padaku dengan senyum yang sangat dipaksakan, kusut dan tanpa gairah. Seorang lelaki telah membuatnya terbang tinggi ke langit ke tujuh sekaligus membuatnya jatuh tersugkur hingga berdarah. Tanpa disadari air matanya mengalir, dengan tersenyum dia mengatakan, "Duh, air mata ini kok tidak mau berhenti, sih?"
Aku tersenyum dan berkata, "Krannya dol kali, makanya gak mau berhenti."
 
Dia pun tertawa sambil menyeka air matanya, "Dua kali aku suka dengan seseorang, dua kali pula aku harus seperti ini. Aku capek, apa aku sama cewek aja biar tidak seperti ini lagi?"
Aku tertawa keras, hingga air mata keluar, mendengar celetukannya.
"Kok ketawa, sih? Aku serius ini. Gimana, ya, rasanya kalo sama cewek?" katanya setelah aku berhenti tertawa.
"Gagal dengan dua orang bukan berarti kamu harus ganti orientasi seks," kataku kemudian. "Semua ada waktunya, mungkin mereka berdua bukan orang yang tepat buat kamu dan bukan berarti juga dengan jalan sama cewek kamu tidak menemui hal yang seperti ini lagi."
Kami hanya terdiam tanpa ada sepatah kata lagi.

Masa sekarang:
Waktu telah membuatnya berposes, dia sudah lebih tenang dan berseri walau belum sepenuhnya bayangan lelaki milik orang lain itu memudar dari pikirannya.
"Thanks, selama ini udah nemenin aku menangis," katanya sambil tersenyum. Aku mengangguk dengan tersenyum.

Kesimpulan:
Teman merupakan obat mujarab ketika kita berada di kondisi terbawah. Datangi teman, ungkapkan semua yang ada di hati dan pikiran, jangan pernah berpikir teman tidak layak tahu akan kesedihan kita. Teman sesungguhnya akan terlihat di saat-saat terbawah kita dan akan menemani kita berproses untuk menjadi yang lebih baik.

Cerita di atas hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan cerita, ya, salah sendiri kok bisa sama.

Nambah Berita: keluarga sebenarnya obat mujarab juga, sih, tapi jika tidak nyaman bercerita ke keluarga, ya, so, datangi temanmu. You're not alone.



Untuk move on dari suatu kedukaan (putus cinta, kematian, kegagalan, dan sebagainya) tidak semudah membalik telapak tangan. Saya tahu, jika hari ini Anda merasa sangat sedih, rasanya tidak mungkin kesedihan bisa berlalu begitu saja. Semua butuh proses, termasuk move on.

Seorang psikiater bernama Elizabeth Kuebler-Ross pernah menulis bahwa ada tahapan-tahapan dalam menghadapi kedukaan. Tahapan-tahapan ini tidak bersifat kronologis, dalam arti tidak semua tahapan terjadi pada semua orang dan tidak pula tahapan-tahapan ini sesuai dengan urutannya. Tahapan-tahapan tersebut adalah:
Penyangkalan (Denial) – “Ini tidak mungkin terjadi. Aku tahu dia masih sayang sama aku.” Atau, “Oh, tidak apa-apa. Aku baik-baik saja.” Penyangkalan ini seakan-akan merupakan benteng yang Anda bangun untuk melindungi diri Anda sendiri.
Marah (Anger) – “Ini tidak adil.” “Kamu jahat!” “Aku salah apa?” Pada tahap ini, manusia telah menyadari bahwa ia tidak dapat terus menyangkal keadaan. Sayangnya pada tahap ini banyak terjadi hal-hal negative yang mungkin akan disesali saat kedukaan ini sudah berlalu.
Menawar (Bargaining) – “Aku janji aku akan berubah.” “Aku akan melakukan apapun biar kamu balik sama aku” Tahapan ini mengandung harapan untuk menghilangkan penyebab kedukaan.
Depresi (Depression) – “Aku sangat sedih. Ini perasaan yang buruk sekali. Rasanya ga tahan!” “Aku kangen sama dia. Aku tidak bisa hidup tanpanya.” Di tahapan ini, manusia sering menangis dan merana. Menariknya, Kuebler-Ross tidak menyarankan orang lain untuk menghibur seseorang yang sedang berada di tahapan ini. Menurutnya, ini adalah waktu penting untuk berduka sepuasnya yang harus dilalui.
Penerimaan (Acceptance) – “Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja.” “Ini sudah terjadi. Hubungan kami memang harus berakhir.” Ini merupakan tahapan terakhir.

Bono, vokalis U2, pernah mengatakan, ”Music can change the world because it can change people.” Saya pun percaya, musik dapat membantu Anda untuk bisa move on. Musik dapat membantu anda berubah untuk keluar dari kesedihan dan menjadi orang yang lebih kuat.

Dalam hal ini, saya membagi musik menjadi 3 bagian, yaitu:

1)  Music of “The World Ended Tomorrow”
Better That We Break – Maroon 5
Nothing Last Forever – Maroon 5
Won’t Go Home Without You – Maroon 5
Another Day – Lene Marlene
Paradise – Coldplay

Lagu-lagu di atas adalah contoh untuk tahapan Penyangkalan, Menawar, dan terutama Depresi. Dengan liriknya yang menyedihkan dan nada-nada yang menyayat hati, maka tidak heran saat mendengarkan lagu-lagu seperti ini mengakibatkan hati Anda seakan-akan diperas sampai Anda menangis. Tidak apa-apa. Menangis itu perlu. Menangislah sampai puas.

2)  Music of “Fuck The World And Fuck You!”
In The End – Linkin Park
Stricken – Disturbed
Freak on A Leash – Korn
Somewhere I Belong – Linkin Park
Voices – Disturbed

Sedangkan ini, adalah contoh lagu-lagu yang tepat ketika Anda sedang berada di tahapan Marah. Alunan musiknya keras, kencang, berenergi! Lumayan untuk menghabiskan energi Anda agar tidak meluapkan kemarahan secara membabi-buta. Dengarkan saja lagu-lagu seperti ini, atau sambil ikut menyanyi atau berteriak-teriak. Luapkan kemarahan Anda sampai puas. Ini lebih baik daripada kemarahan Anda dilampiaskan dalam hal-hal yang dapat merugikan orang lain atau Anda sendiri.

3)  Music of “Life Is Good”
The Heart Of Life – John Mayer
Details In The Fabric – Jason Mraz
No More Cry – The Corrs
The Show – Lenka
Don’t Worry Be Happy – Bobby McFerryn
Haven’t Met You Yet – Michael Buble

Ini adalah contoh lagu-lagu dengan irama menyenangkan. Liriknya pun dapat membuat Anda tersenyum dan melupakan tentang sakit hati Anda. Ini adalah lagu-lagu yang tepat, yang baru bisa Anda nikmati jika sudah berada dalam tahapan Penerimaan. Jika Anda sudah berada di sini, Selamat! Anda sudah bisa move on dan sudah bisa berpikir sehat, bahwa dunia yang masih penuh harapan terbentang di hadapan Anda.



Sebuah renungan, Semoga bermanfaat.

Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yang sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, Beliau juga sangat sukses dalam memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah sangat benar sekali.

Silahkan baca dan dihayati.

MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT sebuah renungan buat para suami... Istri dan calon istri juga boleh.

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia empat orang anak, di sinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama dua tahun, menginjak tahun ketiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari Pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya ke atas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha Pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas Maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar Dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan keempat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yang masih kuliah. Pada suatu hari keempat anak suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu: semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yang sulung berkata, "Pak kami ingin sekali merawat ibu. Semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. Bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu." Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya, "Sudah yang ke-empat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya. Kapan bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baiknya secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak mereka.
"Anak-anakku... Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah... .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian." Sejenak kerongkongannya tersekat, "Kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini. Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit?"
Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno. Merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata ibu Suyatno..Dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi narasumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa. Di saat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Di situlah Pak Suyatno bercerita.

"Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya empat orang anak yang lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama. Dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintai dia apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya, Apalagi dia sakit."

BILA ANDA MERASA BAHAN RENUNGAN INI SANGAT BERMANFAAT BAGI ANDA DAN BAGI ORANG LAIN,
MOHON DIPERBANYAK KE TEMAN, FAMILY DAN KERABAT ANDA LAINNYA. SEMOGA BERMANFAAT.


Alkisah, di suatu perkampungan hiduplah seorang pemburu. Suatu hari dia naik ke bukit yang penuh batu cadas untuk menangkap rajawali. Sesampai di sarang rajawali, dia hanya menemukan sebutir telur. Daripada pulang sia-sia, telur tersebut dibawanya pulang dan diletakkannya di induk ayam yang sedang mengeram. Singkat cerita, semua telur yang dieramkan menetas, anak ayam muncul satu-satu, begitu juga dengan anak rajawali. Hari demi hari dilalui sang rajawali dengan perilaku ayam, karena dia mengira dirinya ayam. Ia mengais-ngais tanah, memakan cacing, bermain di selokan, dan segala perilaku layaknya seekor ayam. Suatu hari, rajawali dan anak-anak ayam itu dikejar-kejar musang, mereka lari terbirit-birit, dan bersembunyi. Di tengah-tengah kepanikan dan ketakutan luar biasa itu, sang anak rajawali menengadah ke langit, dan terlihat olehnya seekor burung rajawali dewasa terbang gagah membelah awan. Terlintas dalam benaknya, ia ingin terbang seperti rajawali itu, begitu gagah dan perkasa tampaknya, dan ia mulai mencoba mengepak-ngepakkan sayapnya katika tiba-tiba anak ayam lain berceloteh: "hey, sedang apa kau?? Kita ini ayam, bukan rajawali, dan ayam itu tidak bisa terbang, selamanya ayam tidak akan pernah bisa terbang "semangat anak rajawali pun surut dan cita-citanya mundur teratur, dan dia ikut bersembunyi bersama anak ayam lainnya.

Karena "ketidaktahuan", banyak orang melewati hidupnya dengan sia-sia. Sadari kemampuan diri sendiri, hati-hati terhadap 'nasehat' yang menghambat, kembangkan potensi 'Rajawali' yang ada dalam diri kita.

------------------------------0000------------------------------------------
Nah, terinspirasi hal tsb, aku pgn bikin blog kita gak cuma buat nulis (yang mungkin lama-lama jadi males dikunjungi karena merasa "yg lain mana lho...kok itu-itu thok? heheheh).
Jadi jadikan blog kita sebagai ajang unjuk bakat dana lahan cari duit.

Yang pinter desain, ya buka aja design-sevice online......yang suka nulis, kan bisa jadi jembatan kali aja ada produser mampir........yang suka lain lain....ayo...temukan cara kita (teman-teman yang kongkow di delta mungkin juga tahu). Konsep lebih lanjut? Yo ayo dibahas bareng.

NL JUGA MANUSIA, YG PUNYA BAKAT POSITIF.....AYO, TUNJUKIN GAYA MU ....HEUEHEHHEHEH

MASALAH AWALNYA....SETUJU GA?? KASIH COMMENT DUNKZ


Suatu sore, Zahra sedang duduk bersama ayahnya di ruang keluarga. Keduanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Zahra, gadis kecil berumur 5 tahun itu sedang bermain dengan buku gambarnya. Sedang sang ayah, tampak tekun membaca majalah.

Sesaat kemudian, Zahra mendekati ayahnya. Ia lalu bertanya, “Ayah, ini gambar apa? Belum selesai ayahnya menjawab, Zahra kembali bertanya, “Kok, hewan ini ada buntutnya? Sang Ayah, dengan sabar menjelaskan semuanya. Disisihkannya majalah di tangannya dan dipeluknya Zahra.

Beberapa lama berselang, Ayah lalu berkata, “Baik, kalau sudah selesai, ayo teruskan saja sendiri ya, sayang. Ayah sibuk. Zahra pun kembali ke tempatnya semula.

Namun, belum lima menit usai, Zahra kembali datang dan bertanya banyak hal. Dia mengoceh tentang hewan, hingga hal-hal yang diluar khayalan. Ayah pun mulai tampak segan dengan semua pertanyaan itu. Sebab, ia ingin sekali menyelesaikan bacaannya. “Ah, kalau saja aku bisa menyibukkan anak ini dengan pekerjaan lain, ” gumam Ayah,” tentu, ia tak akan membuatku repot. Begitu pikirnya dalam hati.

Aha, Ayah pun menemukan ide. Diambilnya gambar rumah dari sebuah majalah lama. Dan diguntingnya gambar itu menjadi beberapa bagian. Ia ingin membuat puzzle!. Tentu, anak umur 5 tahun, akan sulit sekali menyusun puzzle yang bergambar rumah. Ia lalu berkata pada Zahra yang sejak tadi memperhatikannya.

” Zahra, sekarang Ayah punya permainan. Ayo, coba susun kembali kertas ini jadi gambar rumah. Nanti, kalau sudah selesai, baru kamu boleh kembali ke sini. (–Hmm..tenanglah aku sekarang. Aku akan bisa menyelesaikan bacaanku, dan ia pasti akan sibuk sekali dengan pekerjaan ini, begitu gumam ayah.–)

Tiba-tiba. “Aku sudah selesai!” Belum 5 menit berlalu, kini, Zahra sudah kembali dengan susunan gambar rumah itu. Ayah pun bingung, bagaimana bisa ia menyelesaikan tugas yang sulit itu? Ayah lalu bertanya, “Bagaimana caranya kamu menyusun gambar rumah ini? Pasti kamu minta tolong Bunda deh.”

Mata bulat gadis itu berbinar, “Nggak kok. Aku membuatnya sendiri. Sebab, dibalik gambar ini, ada gambar boneka kesukaanku. Jadi, aku menyusun gambar itu saja. Ini, gambar bonekaku, aku senang sekali dengannya.

Sang Ayah pun terdiam. Ia kalah, dan harus siap kembali menerima semua ocehan gadis kecilnya ini.
***
seringkali, kita menganggap anak-anak dengan naif. Kita kerap meremehkan pola pikir yang mereka miliki. Kita, yang sok dewasa, sering berpendapat, anak kecil, bukanlah guru yang terbaik buat kehidupan. Mereka semua hanyalah penganggu, dan sesuatu yang selalu mengusik setiap ketenangan.

Namun sayang, kita kerap salah. Dan Zahra, bisa jadi membuktikannya. Kita, seringkali menganggap dunia ini sebagai sesuatu yang sulit. Dunia, dalam pikiran kita, adalah potongan gambar-gambar yang tak runut. Potongan-potongan itu pulalah yang kita susun dengan perasaan takut. Dunia, bagi kita, adalah tempat segala masalah bersatu. Dan kita merangkainya dengan hati penuh pilu.

Dengan kata lain, dunia, bagi kita, adalah layaknya benang kusut, yang penuh dengan keruwetan, ketakteraturan, dan kesumpekan. Dunia, bagi kita yang mengaku dewasa, adalah amarah, angkara, dengki, dan dendam, iri dan maki serta tangis dan nestapa.

Padahal, kalau kita mau menjenguk sisi lain dunia, ada banyak keindahan yang hadir disana. Ada banyak kenyamanan dan kesenangan yang mampu diwujudkannya. Ya, asalkan kita mau menjenguknya, melihat dengan lebih tekun dan jeli. Mencermati setiap bagian dari dunia yang kita sukai.

Jalin-jemalin kenyamanan yang dapat dirangkai dalam dunia, adalah sesuatu yang indah. Disana akan kita temukan kesejukan, ketenangan, kesunyian, keteraturan, keterpaduan dan segalanya, asalkan kita mau menjenguknya.

Jadi, mana potongan gambar dunia mana yang akan Anda susun? Dunia yang penuh angkara, atau dunia yang penuh cinta? Dunia yang penuh duri, atau dunia yang penuh peduli? Anda sendirilah yang akan menyusun potongan-potongan gambar itu. Susunan yang Anda pilih, akan membentuk kehidupan Anda.

Selamat menyusun potongan hidup anda !!!
cuplikkan dari : http://www.resensi.net/susunan-kehidupan/2009/03/17/


Ada yang bilang kesempatan itu datang sendiri, pakar ekonomi bilang kesempatan itu diciptakan. Dan berbagai macam orang menanggapi bila kesempatan itu datang. Bahkan sebagian orang tidak berani memimpikan kesempatan akan datang, atau tidak memikirkanya.

Orang-orang terakhir ini bisa disebut orang bodoh (Igek Az menghaluskannya dengan orang tidak cerdas). Mungkin orang tidak cerdas ini begitu buta atau secara sadar tidak mau tahu ada kesempatan di matanya karena trauma, tidak percaya diri. Atau terkena sindrom yang ada tak ingin, yang ingin tak ada. Atau memang benar-benar ada sesuatu hal yang primer tidak bisa dilakukan. Ketidaksanggupan membunuh masa lalu, pertimbangan memikirkan orang yang sangat penting pada kita.

Seharusnya kesempatan itu dijadikan recto-verso (meminjam/plagiat istilah n1nna), dibedah dari sisi yang sangat berbeda. Berandai-andai atau paling tidak berempati. Bagaimana kalau aku di posisi ini, posisi itu dengan adanya kesempatan yang ada. Yakin adanya kesempatan kamu lebih bisa mengenal dirimu sendiri, yang seharusnya kamu lebih nyaman dengan dirimu. Because for all of "you" there is an opportunity.

Apalagi tentang kesempatan mencintai dan dicintai yang tidak datang tiap hari (bagi jomblo-ers dan yang patah hati), mungkin cinta butuh chemistry. Mungkin cinta butuh uang. Mungkin cinta butuh ruang dan waktu. Dan cinta butuh memilih. Memilih yang lebih seksi, lebih cantik, lebih smart, lebih a/b/f/nl. Halah.

Intinya kalo lagi jomblo, patah hati, buka mata dan hati kamu lebar-lebar, karena kadang-kadang orang yang tidak kamu anggap ternyata lebih bisa mencintai kamu bila kamu memberinya kesempatan. Hehehehee. Tulisan paling nglantur.


...
Selamat pagi...
Apa kabar...
Tetap semangat, ya...
Jangan lupa maem..
....

Barangkali, sis, kamu pernah mengirim sms seperti itu. Dan mungkin hal-hal remeh atau detil di situ kamu kirimkan pada orang ingin kau kejar atau telah jadi kekasihmu. Pertanyaan yang remeh tapi intim. Perhatian pada detail keseharian kita tak mungkin sekedar basa-basi. Kalau aku menyebutnya kudapan manis.

Kudapan manis yang bertendensi biasanya diikuti dengan kata-kata seperti ini......don't forget I care about you atau bahkan ilu (I love you)..

Namun sebenarnya kudapan manis yang tidak bertendensi pun ada. Memang tergantung orangnya.

Orang yang dewasa menciptakan koneksi untuk membangun jembatan bukannya benteng. Ada orang dengan kudapan manisnya yang ingin diletakkan sebagai teman ngobrol, sahabat yang bener-bener peduli apa yang kamu lakukan. Namun orang yang sekedar tipi-tipi sok perhatian pun jangan langsung dicueki, karena orang yang tipi-tipi punya hak untuk membangun jembatan. Kembali lagi terserah andalah yang menilai jembatan tersebut layak tidak anda pakai.

Janganlah kamu terburu alergi dan menduga yang tidak-tidak terhadap kudapan manis ini, meski kamu menderita diabetes.


Semoga smart motivation dari Andrie Wongso ini membuat kita belajar dan menyadari sesuatu tentang makna kebahagiaan, selamat membaca :)

Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar."
Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.

Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi....kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek."

Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."

Pembaca yang budiman,

Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.

Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.