SING TEKO
Labels
- 2014 (26)
- 2015 (13)
- Agustus (3)
- April (4)
- Arthafreya (1)
- Bahasa (1)
- Bakti Sosial (2)
- Bullying (1)
- Cerita Pendek (2)
- Cinta (4)
- Cook (3)
- DE-NL-ERS (30)
- Desember (1)
- Dream (5)
- Efi (2)
- Erna (15)
- Februari (6)
- heningswara (20)
- Ibu (6)
- Januari (7)
- Juli (1)
- Juni (2)
- Kepada Rangga (1)
- Kontemplasi (26)
- Laki-Laki Terindah (3)
- LDC (24)
- Lesbrary (4)
- Liburan (1)
- Logo (1)
- MadRann (83)
- Maret (4)
- Maybe Yes Maybe No (3)
- Megha (7)
- Meghi (1)
- Mei (3)
- Mengeksekusi Hubungan yang Melelahkan (1)
- Merdeka (3)
- Meta (1)
- Mimpi (3)
- Missing Her (3)
- Move On (5)
- n1nna (1)
- Nadia (1)
- Neni (5)
- Niken (49)
- November (1)
- Oktober (2)
- Opini (1)
- Pahlawan (4)
- Puisi (94)
- Pusing (6)
- Rara (2)
- Resensi (7)
- Safe Sex (2)
- Sahabat (24)
- Self Awareness (3)
- September (2)
- Special Case (15)
- Tips (10)
- Vany (2)
Entri Populer
-
I’m tired not to not think about it About you and all your overwhelm words about her Say that you being egoistic to your self for loving h...
-
Judul buku: Flambe Penulis: Club Camilan Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Kota dan tahun terbit: Jakarta, 2014 Genre: Novel Dewasa ...
-
You came to save me when I needed a wide shoulder to cry on You gave me the cheers when the loneliness came I never paid attention before ...
Kontributor
Setelah kumpul-kumpul yang dimulai sejak tahun 2006 yang dimotori oleh Meg, L, Heningswara dan n1nna mempunyai nama yaitu deNL, sejak itu pula timbul keinginan untuk tidak sekedar kumpul-kumpul. Lalu salah satu menyarankan untuk mengadakan arisan, dan sejak 2008 arisan pertama dilakukan.
Tahun itu, arisan para deNL mempunyai anggota belasan lesbian tanpa label yang sebagian besar berusia awal 20an. Terdorong jiwa muda dan semangat untuk mengumpulkan lesbian yang punya energi positif, arisan melebarkan sayap dengan melakukan pengumpulan dana pada tiap arisan dan bakti sosial pertama diadakan di tahun berikutnya.
Bakti sosial pertama diadakan di saat puasa Ramadhan, dibagikan ta'jil berupa kurma dan air putih di beberapa titik perempatan yang ramai di Surabaya.
Tahun 2010, memakai konsep yang sama seperti tahun sebelumnya dan dengan latar belakang Ramadhan, ta'jil kembali dibagikan di perempatan-perempatan Surabaya.
Tahun 2011, dengan donasi yang bertambah, fokus yang lebih baik dan setelah bongkar-pasang anggota dan motor inti, bakti sosial diadakan tidak hanya membagikan ta'jil di perempatan. Pembagian parcel untuk hari raya dilakukan di Kampung Seng Medokan di daerah Keputih Surabaya.
Tahun 2012, selain memberi nama Iwak Peyek pada arisan deNL yang rutin dilakukan tiap bulan pada wiken kedua, dilakukan pembagian ta'jil di perempatan dan buka bersama disertai pembagian parcel hari raya di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih Surabaya.
Berasal dari rakyat jelata yang sehari-hari makan tempe goreng, tahu atau kadang makan dengan iwak (=lauk) peyek (rempeyek, makanan renyah yang berasal dari tepung yang digoreng tipis dengan tambahan kacang atau teri atau kedelai), nama Iwak Peyek akhirnya dipilih karena memang mewakili kesederhanaan yang menjadi awal mula deNL. Saat ini deNL mempunyai anggota dengan berbagai macam latar belakang yang semuanya punya kesamaan tujuan: menciptakan lingkungan pertemanan lesbian yang positif.
Di tahun 2013 selain pembagian ta'jil yang dilakukan di Rumah Sakit Umum dr. Soetomo, dilakukan juga buka bersama ibu dan anak dengan HIV positif serta pembagian parcel hari raya kepada mereka.
Tahun ini, 2014, deNL ingin mendirikan suatu yayasan yang dapat menyalurkan energi positif yang dimiliki oleh para anggotanya. Empat motor deNL saat ini, Niken, Erna, Heningswara dan n1nna sedang merintis dan berusaha mewujudkannya dalam lima tahun ke depan.
Sementara pengisian kegiatan yang ada masih arisan dan bakti sosial.
Semoga apa yang diwiwidi dengan niat baik, dapat tercapai dengan baik dan berlangsung baik.
*tulisan ini dibuat untuk merayakan tujuan baru deNL sekaligus ulang tahun lima orang motor deNLworld di bulan Maret-April: L, Erna, Meg, n1nna dan Niken.
Lalu lalang rindu
Aku, kau, dia meraba kopi, latte dan capucino
Bicara yang kadang terpotong gadged
dan perempuan-perempuan cerewet
dan jalang pada wajah-wajah bening
Dan mungkin setidaknya kita tahu satu hal :
Rindu itu bisa kita tinggalkan di foto usang dompet kita
Mimpi itu bisa kita catatkan pada kertas menu
dan aku berharap sungguh, itu bukan sekedar bahan obituari.
Suatu malam di bulan Ramadhan, kami berempat sedang berkumpul di halaman sebuah ruko yang mengelar pasar malam, LDC atau eL, Meg, n1nna dan aku mulai menyisir kios-kios yang menjajakan berbagai macam panganan, melewati antrean orang tua yang mengantrekan anak-anak mereka untuk menikmati permainan di pasar malam. Akhirnya kami duduk di tangga marmer pintu masuk ruko, kami mulai membicarkan keinginan untuk membantu teman-teman lesbian di luar sana, dengan membuat suatu wadah perkumpulan. Dengan antusias kami memulai perdebatan-perdebatan kecil mengenai tujuan dibuatnya wadah tersebut.
"Kalo gitu eL dan Meg yang bertanggung jawab untuk mencari teman-teman yang lain, karena kalian kan suka online," kataku. eL dan Meg pun manggut-manggut.
eL mempunyai banyak ide, dan gagasan-gagasannya selalu bagus. Dia anak bungsu dari 4 bersaudara, dia dan kakak keduanya merupakan tulang punggung keluarga. Sebagian besar anak bungsu notabenenya dimanjakan dan terlalu disayang oleh orangtua, tapi tidak dengan eL. Dia benar-benar jauh dari gambaran anak bungsu. eL mandiri di atas kakinya sendiri. Beberapa kali keluar-masuk perusahaan, akhirnya El berpikir untuk membangun usaha sendiri. Usaha bidang IT sampai sekarang digelutinya
Meg pekerja keras, dia mempunyai dua pekerjaan sekaligus. Pagi dia bekerja di salah satu tempat ngopi ternama, dan di malam hari dia bekerja di salah satu tempat hiburan ternama di kota kami. Meg termasuk orang yang peduli terhadap teman. Pernah suatu kali ada salah satu teman yang mengalami KDRT oleh pasangannya, dengan sigap Meg mati-matian membela dan mengamankan teman tersebu. Meg mempunyai perawakan yang bagus, tinggi semampai, cocok kalau jadi seorang model tapi entah kenapa dia kok tidak jadi model saja. Meg tinggal dengan nenek yang mengasuhnya sejak dia kecil. Setelah dia bertemu dengan pujaan hatinya, Meg meninggalkan kami untuk mengikuti pasangannya. Entah di mana dia sekarang dan bagaimana kabarnya, we miss her much
Tahun 2013.
Saat ini wadah ygan kami buat dengan nama deNL sudah terbentuk dan sudah memulai kegiatan-kegiatan positif. Mulai dari menulis di blog, arisan, bagi-bagi sembako, bagi-bagi ta'jil ketika Ramadhan, sampai mengunjungi panti jompo unutk orang-orang yang terbuang. Mimpi kecil kami berempat saat ini sudah tercapai tapi masih ada mimpi yang lebih besar lagi yang masih harus dicapai oleh deNL.
Singkat kata, ternyata dia menarik juga. Arogansi, egois, pembawaan diri dan sukanya membully membuatku mengingat seseorang. Yang pasti seseorang yang penting, dong ya, di masa lalu. Beberapa hal dalam dirinya mengingatkanku dengan Ing. Perempuan pertama yang aku kejar-kejar sampai membuatku penasaran dan akhirnya terdampar di kota ini.
Survey membuktikan, tiga dari empat deNL adalah Aries.
Meg, eL (LDC), n1nna, lalu Erna, Niken, n1nna.
Jadi, untuk pembukaan ini, kami ucapkan selamat ulang tahun untuk Meg, eL, n1nna, Erna dan Niken. Semoga panjang umur, Semoga senantiasa dihiasiNya dengan kesucian dan penutup aib, ditutupi dengan pakaian kecukupan dan kerelaan diri, dituntun untuk senantiasa bersikap adil dan taat, dan diselamatkan dari apa yang ditakuti.
Bulan April adalah bulan makan-makan buat deNLers, terutama untuk mereka yang rutin muncul di arisan bulanan, Arisan Iwak Peyek. Biasanya bulan April juga menjadi bulan pembukaan arisan, arisan pertama dimulai di bulan ini. Tapi karena tahun ini arisan diikuti oleh lebih banyak orang, perputarannya tak lagi dua belas untuk dua belas bulan, jadi tahun depan sudah pasti arisan tidak dimulai di bulan April.
Maret-April 2007 adalah ulang tahun bersama yang dirayakan kali pertama oleh deNL, saat masih berempat, karena Aya/Hening Swara berulang tahun di bulan Juli. April 2013 adalah April kedua tanpa eL dan kesekian tanpa Meg. We miss them so much.
Setelah liburan bersama Aya, Erna, n1nna saat ulang tahun Erna (juga untuk mematahkan mitos yang melingkupi Erna seputar kesialan di hari ulang tahun) ke Jogjakarta, dan bersama Niken saat ulang tahun Niken ke Blitar, minggu depan adalah waktunya arisan pertama 2013/2014 yang kemungkinan besar ada makan-makan. Asyik.
Untuk tema bulan ini adalah sahabat. Siapapun boleh menulis tentang yang lain, misal n1nna tentang Erna atau sebaliknya. Kami tunggu kontribusi tulisannya :)
de-NL-ers diawali empat orang perempuan berusia dua puluhan, Aya/Hening Swara, LDC, Meghi dan n1nna.
Pertama kali bertemu di akhir 2006 dan mulai mengumpulkan teman-teman lesbian yang berpikiran dan bertindak positif di Surabaya.
Dari empat orang, berkembang menjadi lebih banyak lagi, masing-masing anggota inti merangkul teman-teman lesbian Surabaya yang baru dikenal atau sudah lama dikenal. Sistem getok tular yang ada meluaskan tim dari empat orang menjadi belasan orang, di antaranya: Megha, Nada, Niken, Nadia, Rara, Icha, Rere, Caca, Cici, Rany/MadRann, Vany, Geg, Erna Ragil, dan yang lainnya, meski tim penggerak inti tetap bertumpu pada empat orang dan musyawarah.
Pada 2009, menyadari beberapa anggota punya kemampuan menulis yang mesti dikembangkan, deNL mewadahinya lewat kumpulan tulisan online yang bisa diakses oleh seluruh anggota yang berkenan memberikan kontribusi. Blog denlworld.blogspot.com hadir dengan beberapa kontributor tetap seperti Rany/MadRann, Aya/Hening Swara, LDC dan Niken.
Selepas LDC dan Meghi memutuskan keluar dari Surabaya menjadikan blog deNLworld hiatus, empat inti deNL di format ulang.
Di 2013, Aya/Hening Swara, Erna Ragil, Niken dan n1nna menjadi motor untuk deNL yang baru.
Sejauh ini, aktivitas deNL di luar blog adalah arisan bulanan Iwak Peyek dan bakti sosial (baksos) tiap tahun, saat ini memasuki tahun keempat baksos. Kegiatan baksos dititikkan satu waktu, biasanya saat bulan puasa, dilakukan pembagian takjil di jalan-jalan besar di Surabaya dan pembagian sembako/kue. Baksos yang terakhir dilakukan pembagian baju bekas layak pakai, makanan dan kue di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, Surabaya. Tahun sebelumnya dilakukan pembagian sembako di daerah Keputih juga (atau daerah Medokan? yang pasti ini adalah kampung ilegal di belakang makam Keputih Surabaya), di Kampung Seng.
Mengingat perjuangan yang panjang, sayang sekali bila kegiatan positif yang pernah dirintis harus terbengkalai tanpa diteruskan. Salah satu pekerjaan yang dipertanyakan kekontinyuannya adalah menulis di blog ini.
Karenanya, moderator deNLworld memanggil kembali para penulis kontributor untuk kembali mengisi blog tercinta ini.
Mungkin sebelumnya banyak perbedaan pendapat yang sulit ditengahi, semua karena masing-masing ingin yang terbaik untuk satu sama lain. Tak mengapa, perbedaan adalah inspirasi yang tak pernah putus.
Surat elektronik (surel) sudah dikirimkan moderator kepada kontributor yang mencatatkan alamat surel, mohon kesediaan penerima surel untuk meneruskan pada dan mengajak peran aktif teman deNL lain.
Dari Niken memberikan usul untuk tema bulanan, di mana para kontributor menulis sesuai tema.
Mohon tanggapan lebih lanjut.
Dalam enam tahun, ada begitu banyak suka-duka tercatat, pertemanan baru dan pertemanan lama. Dengan menulis, rekaman jejak yang ada dapat dibaca kembali, dipelajari atau ditertawakan. Atau diapakan saja, dan semua itu membuktikan bahwa deNL tetap ada.

Puisi-puisi karya Niken KW, Eugene Alexis, Endang SSN, Roy Tigor dan parikesit n1nna akhirnya dibukukan oleh dbuku. Bicara (bukan) Pada Sunyi, Sekumpulan Puisi Cyber beranekaragam isi, ada yang biasa-biasa, ada yang mengejutkan, ada yang penuh caci maki, ada yang iri-dengki, ada yang manis, disertai banyak rasa lain.
Keberagaman secara sederhana tentang cinta, hidup, memilih jalan hidup, jalan hidup, perjalanan berusaha dimaknai oleh kelima penulis ini. Persis membaca buku pedoman, penulis seolah membolak-balik halaman, berusaha untuk mengerti dan lebih mengerti lagi, lalu bingung, membolak-balik halaman lagi, berusaha mengerti dan lebih mengerti lagi, mencapai suatu kesimpulan lalu kesimpulan itu ditentang sendiri. Terus dan terus. Seperti orang yang sedang belajar.
Meski buku ini berisi puisi-puisi yang sangat sederhana, beberapa sangat kiri, namun kesederhanaan itu seolah bersinergi dengan keinginan belajar yang sangat besar dari penulis untuk membuahkan buku bergambar bibir-bibir manis ini mewarnai jagad perbukuan.
Wah, lamaaa sekali nggak nulis ini ya. Buat Nick ma Rany yang nggak bisa ngakses lewat jalur lama, bisa akses lewat email yang kukirim ke kalian barusan. Tapi herannya kok eL masih bisa akses pake jalur lama, ya? Setahuku kok password lama sudah gak berlaku, aku pake password lama berkali-kali gak mau masuk juga. Kok aneh, hahaha...
Apa kabar masing-masing dari kalian, ya? Beberapa dari deNL sudah ayem dengan pasangan masing-masing. Seperti si Freeyouth ma partner, bisa dibilang pasangan paling mapan dari kita semua. Lalu beberapa teman "bercerai" dari pasangannya dan sempat butuh dukungan, meski tak semua dari anggota deNL tahu, tapi beberapa ada yang hadir menabahkan. Yang penting, perjalanan pertemanan sebagian besar lancar selepas badai kemarin, meski ada teman yang hubungannya retak tak beraturan dan enggan menjalin komunikasi kembali.
Aya gimana kabar, nih?
Efi? Ke laut aja kaleee...
eL, where are you now?
Megha juga gak pernah keliatan.
Nadia? Hellooo...ke mana aja bu?
Niken gak nulis lagi?
Rany?
Rara?
n1nna?
Ayo, ramaikan lagi lapaknya, gan...Karena kita udah jarang kumpul (kumpul kalau lagi arisan aja), mestinya kita banyak nulis, donk. Bertukar-tukar cerita, puisi, kabar lewat tulisan dan sebagainya.
Barusan si Niken, Rany en n1nna bikin proyek mewujudkan impian mereka untuk membukukan kumpulan puisi. Niken yang paling banting tulang, diikuti Rany. n1nna paling gak berguna, cuma setor editan lalu menghilang. Bahkan bikin biodata pun kagak. ckckck...(langsung si n1nna kalap, bikin biodata en dikirim ke Niken dengan segera)
Well, kurasa, cukup sekian dulu, ya, teaserku kali ini. Moga-moga mancing kita semua untuk menulis lagi.
Yuk nulis!
Aku bukan orang yang pintar menulis seperti yang lainnya, yang bisa menulis panjang lebar sampai membuat blog ini berlembar-lembar banyaknya.
Aku cuma ingin mengatakan: deNL memang jiwa kita semua. Kita hanyalah kumpulan kaum minoritas yang selayaknya saling mendukung/mensupport dan membantu. Karena hanya di sini lah kita dapat menjadi diri kita sesungguhnya tanpa topeng.
Jadi, ayo kita lebih menghangatkan deNL dengan tulisan-tulisan (yang pandai menulis), saling membantu dan menjaga teman-teman sekitar kita.
Sebuah renungan, Semoga bermanfaat.
Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yang sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, Beliau juga sangat sukses dalam memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah sangat benar sekali.
Silahkan baca dan dihayati.
MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT sebuah renungan buat para suami... Istri dan calon istri juga boleh.
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia empat orang anak, di sinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama dua tahun, menginjak tahun ketiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari Pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya ke atas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha Pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas Maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar Dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan keempat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yang masih kuliah. Pada suatu hari keempat anak suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu: semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yang sulung berkata, "Pak kami ingin sekali merawat ibu. Semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. Bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu." Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya, "Sudah yang ke-empat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya. Kapan bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baiknya secara bergantian".
Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak mereka.
"Anak-anakku... Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah... .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian." Sejenak kerongkongannya tersekat, "Kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini. Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit?"
Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno. Merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata ibu Suyatno..Dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi narasumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa. Di saat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Di situlah Pak Suyatno bercerita.
"Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya empat orang anak yang lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama. Dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintai dia apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya, Apalagi dia sakit."
BILA ANDA MERASA BAHAN RENUNGAN INI SANGAT BERMANFAAT BAGI ANDA DAN BAGI ORANG LAIN,
MOHON DIPERBANYAK KE TEMAN, FAMILY DAN KERABAT ANDA LAINNYA. SEMOGA BERMANFAAT.
....
Pokoke, Ay, apapun pilihan hidupmu.....TERSERAH.... Pokoke jangan bikin orang lain susah. Met ulang tahun, Ya....
Selamat Ulang Tahun, Rin...
Hapeku menyalakan alarm buatmu tadi malam, sebenarnya namamu hampir terkubur bersama daftar-daftar impossible yang kubuat beberapa bulan lalu. Tapi toh aku manusia yang selalu berusaha berharap. Memunculkan sedikit keberanian lewat jampi-jampi rai gedhek kuucap buatmu "Selamat Ulang Tahun" entah yang keberapa tahun.
Saat ini, hari ini semoga kamu selalu bahagia.
glitter-graphics.com
Glitter Text @ Glitterfy.com
(Sorry Telat,.....................ehehehe)
Suatu sore, Zahra sedang duduk bersama ayahnya di ruang keluarga. Keduanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Zahra, gadis kecil berumur 5 tahun itu sedang bermain dengan buku gambarnya. Sedang sang ayah, tampak tekun membaca majalah.
Sesaat kemudian, Zahra mendekati ayahnya. Ia lalu bertanya, “Ayah, ini gambar apa? Belum selesai ayahnya menjawab, Zahra kembali bertanya, “Kok, hewan ini ada buntutnya? Sang Ayah, dengan sabar menjelaskan semuanya. Disisihkannya majalah di tangannya dan dipeluknya Zahra.
Beberapa lama berselang, Ayah lalu berkata, “Baik, kalau sudah selesai, ayo teruskan saja sendiri ya, sayang. Ayah sibuk. Zahra pun kembali ke tempatnya semula.
Namun, belum lima menit usai, Zahra kembali datang dan bertanya banyak hal. Dia mengoceh tentang hewan, hingga hal-hal yang diluar khayalan. Ayah pun mulai tampak segan dengan semua pertanyaan itu. Sebab, ia ingin sekali menyelesaikan bacaannya. “Ah, kalau saja aku bisa menyibukkan anak ini dengan pekerjaan lain, ” gumam Ayah,” tentu, ia tak akan membuatku repot. Begitu pikirnya dalam hati.
Aha, Ayah pun menemukan ide. Diambilnya gambar rumah dari sebuah majalah lama. Dan diguntingnya gambar itu menjadi beberapa bagian. Ia ingin membuat puzzle!. Tentu, anak umur 5 tahun, akan sulit sekali menyusun puzzle yang bergambar rumah. Ia lalu berkata pada Zahra yang sejak tadi memperhatikannya.
” Zahra, sekarang Ayah punya permainan. Ayo, coba susun kembali kertas ini jadi gambar rumah. Nanti, kalau sudah selesai, baru kamu boleh kembali ke sini. (–Hmm..tenanglah aku sekarang. Aku akan bisa menyelesaikan bacaanku, dan ia pasti akan sibuk sekali dengan pekerjaan ini, begitu gumam ayah.–)
Tiba-tiba. “Aku sudah selesai!” Belum 5 menit berlalu, kini, Zahra sudah kembali dengan susunan gambar rumah itu. Ayah pun bingung, bagaimana bisa ia menyelesaikan tugas yang sulit itu? Ayah lalu bertanya, “Bagaimana caranya kamu menyusun gambar rumah ini? Pasti kamu minta tolong Bunda deh.”
Mata bulat gadis itu berbinar, “Nggak kok. Aku membuatnya sendiri. Sebab, dibalik gambar ini, ada gambar boneka kesukaanku. Jadi, aku menyusun gambar itu saja. Ini, gambar bonekaku, aku senang sekali dengannya.
Sang Ayah pun terdiam. Ia kalah, dan harus siap kembali menerima semua ocehan gadis kecilnya ini.
***
seringkali, kita menganggap anak-anak dengan naif. Kita kerap meremehkan pola pikir yang mereka miliki. Kita, yang sok dewasa, sering berpendapat, anak kecil, bukanlah guru yang terbaik buat kehidupan. Mereka semua hanyalah penganggu, dan sesuatu yang selalu mengusik setiap ketenangan.
Namun sayang, kita kerap salah. Dan Zahra, bisa jadi membuktikannya. Kita, seringkali menganggap dunia ini sebagai sesuatu yang sulit. Dunia, dalam pikiran kita, adalah potongan gambar-gambar yang tak runut. Potongan-potongan itu pulalah yang kita susun dengan perasaan takut. Dunia, bagi kita, adalah tempat segala masalah bersatu. Dan kita merangkainya dengan hati penuh pilu.
Dengan kata lain, dunia, bagi kita, adalah layaknya benang kusut, yang penuh dengan keruwetan, ketakteraturan, dan kesumpekan. Dunia, bagi kita yang mengaku dewasa, adalah amarah, angkara, dengki, dan dendam, iri dan maki serta tangis dan nestapa.
Padahal, kalau kita mau menjenguk sisi lain dunia, ada banyak keindahan yang hadir disana. Ada banyak kenyamanan dan kesenangan yang mampu diwujudkannya. Ya, asalkan kita mau menjenguknya, melihat dengan lebih tekun dan jeli. Mencermati setiap bagian dari dunia yang kita sukai.
Jalin-jemalin kenyamanan yang dapat dirangkai dalam dunia, adalah sesuatu yang indah. Disana akan kita temukan kesejukan, ketenangan, kesunyian, keteraturan, keterpaduan dan segalanya, asalkan kita mau menjenguknya.
Jadi, mana potongan gambar dunia mana yang akan Anda susun? Dunia yang penuh angkara, atau dunia yang penuh cinta? Dunia yang penuh duri, atau dunia yang penuh peduli? Anda sendirilah yang akan menyusun potongan-potongan gambar itu. Susunan yang Anda pilih, akan membentuk kehidupan Anda.
Selamat menyusun potongan hidup anda !!!
cuplikkan dari : http://www.resensi.net/susunan-kehidupan/2009/03/17/
Ada yang bilang kesempatan itu datang sendiri, pakar ekonomi bilang kesempatan itu diciptakan. Dan berbagai macam orang menanggapi bila kesempatan itu datang. Bahkan sebagian orang tidak berani memimpikan kesempatan akan datang, atau tidak memikirkanya.
Orang-orang terakhir ini bisa disebut orang bodoh (Igek Az menghaluskannya dengan orang tidak cerdas). Mungkin orang tidak cerdas ini begitu buta atau secara sadar tidak mau tahu ada kesempatan di matanya karena trauma, tidak percaya diri. Atau terkena sindrom yang ada tak ingin, yang ingin tak ada. Atau memang benar-benar ada sesuatu hal yang primer tidak bisa dilakukan. Ketidaksanggupan membunuh masa lalu, pertimbangan memikirkan orang yang sangat penting pada kita.
Seharusnya kesempatan itu dijadikan recto-verso (meminjam/plagiat istilah n1nna), dibedah dari sisi yang sangat berbeda. Berandai-andai atau paling tidak berempati. Bagaimana kalau aku di posisi ini, posisi itu dengan adanya kesempatan yang ada. Yakin adanya kesempatan kamu lebih bisa mengenal dirimu sendiri, yang seharusnya kamu lebih nyaman dengan dirimu. Because for all of "you" there is an opportunity.
Apalagi tentang kesempatan mencintai dan dicintai yang tidak datang tiap hari (bagi jomblo-ers dan yang patah hati), mungkin cinta butuh chemistry. Mungkin cinta butuh uang. Mungkin cinta butuh ruang dan waktu. Dan cinta butuh memilih. Memilih yang lebih seksi, lebih cantik, lebih smart, lebih a/b/f/nl. Halah.
Intinya kalo lagi jomblo, patah hati, buka mata dan hati kamu lebar-lebar, karena kadang-kadang orang yang tidak kamu anggap ternyata lebih bisa mencintai kamu bila kamu memberinya kesempatan. Hehehehee. Tulisan paling nglantur.
Hemmmhmmh
Aku selalu berusaha nyaman dengan persahabatan. Yang aku tidak tahu persahabatan kita mempunyai nama, aku yang telmi menikmati pertemuan-pertemuan kita di sudut mall atau di kafe kecil tempat kita mempertontonkan budaya makan yang "sangat beradab". Meski pertemuan kita kebanyakan sibuk bertanya "habis ini minggu depan mau kemana? Main yuk keluar kota..." Keinginan yang sangat jarang jadi kenyataan.
Atau Lili yang sibuk ber-window shoping membunuh rindu untuk Cecenya
Juga aku yang berusaha mendapatkan soulmate
n1nna dengan autisnya
Geg dengan dijadikan anak yang paling digodain
Nadia dan Andra (?) yang selalu sibuk dengan cerita berantem
Nada yang menggolkan istilah "Waktu terus berjalan.."
Mega yang lelet kalo janji ketemuan tapi ah.....
Terutama Aya dengan sosok motivator penggerak PKK, akhirnya arisan diantara kita terbentuk.
Aku bersyukur saja, karena aku sudah nggak bohong lagi kalo keluar karena "arisan". Aku nggak mau mikir persahabatan kita difaktakan dengan apa. Sampai kemana. Akan jadi apa. Dengan blog, jaket, arisan atau lainnya hanyalah sarana biar kita terikat tapi tidak mengikat. Aku hanya ingin berkumpul, menjadi teman yang bisa mendengar, berempati dengan hati dan seperti Lagunya Katon dan Ruth, "letakkanlah tanganmu dibahuku ini...biar terbagi beban itu...."
Karena aku manusia, butuh ada, mengada.
I'm exist 'n insist (Nina editor, benerin yo).
Karena aku manusia, butuh mengakui dan diakui.
"Persahabatan bukanlah hal-hal yang selalu manis, hal-hal yang membuat selalu kita aman". Benar kata Lili, "a friend in need, a friend indeed," halah embuh, yang jelas bagiku sahabat adalah orang yang di samping kita kala kita menangis dan kita tertawa bahagia. Our friendship is a garden in my heart.
Friendship is not born but it is made.
I love you all, sis.
de NL World ultah ya? Yang ke sebulan (tersenyum sajalah, mana ada umumnya perayaan gitu, hehhhe). Wah mulai kapan?
Memangnya de NL World lahirnya kapan cih? Saat dibuat di CITO atau waktu mulai arisan?
Pentingkah sebuah tanggal? Mungkin iya (buktinya sampai ada yang menandai launchingnya dah sebulan, hehhhehhe), mungkin juga tidak.
Aku lebih suka menyebut kami sahabat NL atau de-NL-ers atau Founders. Bukannya tdk mau bersahabat dengan A/B/F, atau entah diadakan gender apa lagi. Tapi memang kebanyakan kami adalah orang-orang yang simpel, saking simpelnya sampai gak paham dan males memahami A/B/F. Aku welcome pada siapapun, apapun sebutannya itu. Toh sebutan itu cuma julukan, pada intinya aku, dia, mereka, dan mungkin kita semua sama, senasib dlm garis tipis!semua punya kisah,semua punya awal, dan semua mencintai obyek yang sama yaitu perempuan, meski kisah-kisahnya pasti berbeda. Tapi wajarlah, terpilihkan kawan-kawan yang hampir menyerupaiku, cocok, sharing dan berbagi layaknya saudara sendiri (I felt it, mostly when my pa 'n ma were in hospital... Amazing for having friends like them) dan jadilah ini "DE-NL-WORLD". Iseng sih....tapi kalau mau dilanjutkan bisa serius juga.
Tapi keseriusan itu dari mana dan akan bermuara ke mana?
Aku setuju blog ini diperbagus (kalau benar-benar punya waktu aku juga gatel utak atik), aku juga setuju sahabat-sahabat (founders) deNL juga pada urun rembug (rasa saling memiliki?), mungkin ..........aku juga setuju orang-orang lain apapun gendernya (masih dalam rangka GBLT atau LINES saja?) meramaikan blog ini. Tapi jujur aku tak pernah tahu ini akan sampai mana. Apakah blog ini benar-benar jadi rumah kedua kita? Atau blog, ya, hanya blog dan angin lalu.
Mungkin aku tipe orang yang tak siap atau orang yang menakuti perubahan (meski aku sangat menyukai perubahan yang positif). Termasuk perubahan akan blog ini. Positive thinking saja, blog ini berpotensi juga melesat seperti sang pendahulu SS (Swara Srikandi -saat itu yang sampai sekarang bahkan aku masih sangat mengingat lay out website-nya dan hampir semua larik puisi-puisi di dalamnya) dan sejenisnya. Kalau sudah melesat sih emang ada enaknya, sebuah kebanggaan juga, bahkan SS sampai bikin buletin (yang seorang sobat deNL minggu lalu sangat bangga memamerkan karyanya yang dimuat dalam buletin itu) yang itupun sempat terceletuk andai deNL juga punya buletin.(masalah klise, duite sopo, bulek...hehehhe) Tapi pada keadaan mencuat itu, sadar tidak sadar ada perimbangannya, sisi lain kita juga harus siap (kalau-kalau) someday kita tampil di koran atau majalah, radio, bahkan televisi (seperti Founder SS). Wah, enak dunk bisa ngeceng...hehhehe......tapi, siap terpublikasi gak???
Sadar-tidak sadar itu juga menjadi mata pisau bagi kita. Terutama dari sisi nama di keluarga dan tetangga, pekerjaan nomor dua mungkin. Siapkah?
Dan sudah sekompak itukah deNL beserta anggota-anggotanya? mengingat blog saja yang ngisi itu-itu saja, lainnya entah belum mengisi atau bahkan malah belum mengunjungi, weleh (saat ini sih). Dan apa benar de-NL-ers(huih....) punya pandangan masa depan dan cita-cita sama? Lebih tinggi pohon, anginnya lebih kencang, akarnya harus semakin kuat, bergitu juga Founders De NL jika "hal terbaik" itu terjadi pun harus musti kudu kompak. Betul? Tapi tunggu, untuk siapa? Demi apa?
Aku bukannya kehilangan solidaritas, tapi aku sudah lelah. Tak perlu diungkap satu persatu ceritanya, tapi intinya "idealisme terlalu sering menamparku"! dari situlah aku belajar sungguh perlunya perimbangan realistis. Tidak munafik, aku memang masih sama gilanya seperti dulu, mengejar peluang terkecilpun karena tetap ada rasio keberhasilan, tapi sekarang ini aku lebih suka maju pada peluang yang prospeknya diatas 70% dan pengalaman-pengalaman pahit hidupku membuatku peka melihat peluang dan menghitung sendiri rasionya. Dan bukannya aku tidak mau menjadikan blog ini booming, arisan kita menjadi arisan Straightless-ers, atau buletin kita melangit, tapi aku cuma tidak mau apa yg aku sudah perjuangkan sungguh untuk hidupku, pasanganku dan keluargaku berantakan.
Aku bisa merasakan sejak SD bagaimana susahnya mencari uang untuk sekolah dan sangu, aku mensyukuri tak suka jajan jadi sanguku itu bisa membuat bapakku pulang tanpa tanggungan membayar buku-buku ketika raport-an, menghabiskan waktu demi raport nomor satu dan biaya gratis. Masa mudaku terampas! Aku tak mau masa tuaku terampas juga kenikmatannya. Terlebih setelah seorang Cece mengajarkan aku lebih dekat dan mencintai keluargaku lebih dari sebelumnya, dan sekarang aku menikmati masa di mana banyak tanggungan atau kesusahan tapi tetap bahagia karena merasa mencintai keluargaku. Aku juga telah berjanji pada alm. Bapakku, aku akan melakukan apapun semaksimal yang dulu pernah bapak lakukan untuk membahagiakan ibu (aku masih ingat, setelah itu Bapak pergi dengan wajah teramat tenang dan damai...ALWAYZ LUV 'N PRAY FOR YOU, PA). Dan ketika semua usaha itu hampir berhasil, aku tak sanggup jika dibuyarkan hanya dengan pemberitaan "Suksesnya seorang LDC mengangkat deNL". Karena untuk tujuan utamaku, kebanggaan itu jelas tak sebanding. Aku sangat paham, hubunganku dengan Cece mungkin someday bisa jadi boomerang yang mengejutkan ibuku jika tahu, tapi rasanya masih lebih mungkin bagi aku untuk menghadirkan kenyataan tetap mencintai ibuku meski harus menolak pria pilihan beliau demi tetap mempertahankan Cece, daripada harus membuat beliau tahu apa itu deNL. Orientasiku telah berubah, aku capek memulai hal yang dulu sudah aku mulai, makanya lebih baik memperbaiki apa yang sudah ada. Toh keadaan keluargaku atau pasanganku, ya tetap keadaan manusiawi, yang tak akan perfect dan ada salah di sana-sini, tapi juga masih tergolong keadaan baik dan nyaman (setidaknya dalam koridor pemikiranku).
Aku pasti berusaha maksimal dalam semua hal, termasuk bersahabat. Aku berusaha maksimal untuk blog kita, arisan kita, curhat kita, may-song kita (Niken, bener ya tulisannya? hehehehe). Intinya aku berusaha maksimal jadi FRIEND IN NEED. Aku pasti senang menyaksikan keberhasilan sobat-sobat lain, yang mungkin bisa mengangkat deNL (kalau diinginkan terangkat). Tapi permisi, pada masa itu aku pasti mundur dan memilih menyimpankan senyum untuk deNL pada tatapan mata pribadi saja dan bukan publikasi, berdua atau beberapa orang saja bukan rame-rame, dan tetap bersahabat baik. Itulah mengapa aku memilih ketemuan tidak dengan sangat banyak orang. Aku memilih bangga jika lewat kesunyian bisa menginspirasi kawan-kawan menjadi lebih baik, daripada melecutkan deNL tapi jiwa-jiwa kita masih belepotan dan masih belum bisa lepas dari stigma HEDONIS (karena SATU BISA DIANGGAP MEWAKILI SEMUA). Ya itu tugas kita donk sebagai straightless untuk mengubah stigma tersebut. SETUJU! Tapi ketika tak semua orang bisa dan mau kita rangkul, apa tidak sebaiknya memaksimalkan orang yang ada?! Mungkin aku Gelap, tapi aku yakin bisa menerangkan Gelap jika memang Terang tetap dibutuhkan untuk menerangkan gelap lainnya.
Mungkin juga ketika deNL menjadi besar nanti juga ikut tergilas evolusi, yang baru menggantikan yang lama. Kesibukan, perasaan cukup sampai disini, kepindahan, menikahi lelaki, atau bahkan menikahi perempuannya sendiri dan living together abroad bisa menjadi alasan. SS saja yang lebih matang (dan dulu aku anggap leluhur kita, hehheheh) tak sanggup menahan evolusi itu. (Bravo kakak-kakak yang bisa living together dengan penuh cinta dan damai :))
Jadi mau kemana blog ini? Mau ke mana arisan kita? Mau ke mana kumpul-kumpul kita? Mungkin terlalu dini dibicarakan. Dijalani saja sambil menunggu perkembangan, dilakoni mawon.....jare wong Jowo. Tapi setidaknya aku sudah menentukan sikap untuk deNL atas kemungkinan "terbaik" yang bisa terjadi kapanpun. Dan kalau kemungkinan "terburuk" deNL begini-begini saja, akupun sudah memutuskan tetap bersahabat baik dengan founders deNL. YOU'VE GOT MY HEART, deNL. That's why I'll still be yours and our friendship I'll keep somehow.........although in other ways.
Sis... Ini blog sudah berusia satu bulan...! Dan kenapa yang nulis kok tetep itu-itu aja. Sang kreator juga males-malesan (Lili...........) ngurusin lay outnya, trus yang lain pada kabur. Anjrit....
Taukah kamu, aku sang robot kantor, selalu deg-degan, harap cemas saat membuka blog ini. Taukah kamu akau hanya membuka blog ini saat jam istirahat, atau lewat jam 7 malam saat aku mau menuntaskan waktuku di penjara ini. Harap-harap cemas, antusias menduga-duga tulisan yang masuk, cemas kalau ada yang liatin. Dan rela dianggap ...apa tuh NL? Nenek Lampir, ya...
Sis...! Ini blog jadikanlah oase dan rumah singgah, karena aku belum punya the real secret garden agar kita dapat arisan beneran di sana. Mungkin juga sekedar tempat sampah. Yang jelas komen kamu, tulisan kamu sama berharganya dengan waktu kita bertemu.
Dan invite deh teman sehati biar nulis.
Selamat ulang tahun deNL World Surabaya. Cugito ergo sum. Aku berpikir maka aku ada.
Ada dua orang yang menyebutku ambigu selain diriku sendiri.
Kamu, wanita yang suci (dalam bahasa arab disebut Azkiyatun Nisa') dan n1nna.
Aku yang sangat ingin melupakan seseorang, namun masih memakai hlem, jaket, tas, sepatu bahkan kaus kaki dan underwear pemberiannya. Atau aku yang berkata aku telah melangkah melupakannya, namun tak bisa menampik atau mengacuhkan teleponnya. Aku yang ingin melepaskan diri dari bayang indah bersama dengan kadal Yogya, namun masih mencari alasan bertemu dengannya.
Mungkin kamu berkata benar, n1n, kadang sesuatu itu harus dianggap tidak ada agar kita benar-benar bisa melangkah.
Tapi aku hanya manusia, yang ingin diakui bahwa aku ada.
Aku tidak mau diacuhkan. Aku tidak ingin dinafikkan.
Atau aku yang penuh ambigu, sulit melepaskan diri dari kesombongan asumsiku, bahwa aku dan pemikiranku serta keinginanku akan selalu diterima orang lain.
Well...well
Namun berkat kamu, n1n, rasioku telah berkata sebaliknya. Aku orang yang naif, ambigu dan bodoh.
So.. dibutuhkan teman dan tamparan yang bisa membuatku berpikir kembali.
So. teman-teman adakah yang mau bepergian ke daerah Paciran/Tanjung Kodok dan Yogya untuk membuktikan kebodohanku? Hehehehehe






















